Thu. Jan 22nd, 2026

Perkembangan teknologi digital membuat berbagai bentuk hiburan, transaksi, dan interaksi sosial menjadi semakin mudah diakses. Di tengah perkembangan ini, judi online muncul sebagai salah satu aktivitas digital yang banyak dibahas karena memiliki potensi menimbulkan ketergantungan (adiksi), terutama bagi orang dewasa yang rentan terhadap stres finansial atau tekanan sosial.

Judi online sendiri adalah aktivitas taruhan melalui internet yang menurut hukum ilegal di Indonesia, memiliki risiko finansial tinggi, dan hanya diperbolehkan untuk orang dewasa 18/21+ di beberapa negara tertentu. Artikel ini tidak mengajarkan cara berjudi atau memberi akses, tetapi membahas fenomena ketergantungan judi online dari perspektif psikologi dan kesehatan masyarakat.

1. Apa yang Dimaksud Ketergantungan dalam Judi Online?

Ketergantungan atau adiksi pada judi termasuk dalam kategori behavioral addiction, yaitu kecanduan yang tidak melibatkan zat kimia seperti obat-obatan, tetapi justru melibatkan perilaku yang memicu sistem reward otak.

Ketergantungan judi ditandai oleh:

• keinginan terus menerus untuk berjudi
• sulit menghentikan aktivitas meskipun mengalami kerugian
• menjadikan judi sebagai pelarian emosional
• munculnya rasa gelisah saat berhenti

Dalam dunia psikologi, pola ini mirip dengan kecanduan game, belanja impulsif, atau penggunaan media sosial berlebihan.

2. Ciri-Ciri Ketergantungan Judi Online

Beberapa ciri ketergantungan judi online yang sering ditemukan pada orang dewasa antara lain:

A. Peningkatan Frekuensi dan Durasi

Waktu bermain terus meningkat seiring berjalannya waktu.

B. Pengeluaran Finansial Tidak Terkontrol

Uang yang dikeluarkan meningkat, bahkan melebihi kemampuan finansial.

C. “Chasing Losses”

Orang mencoba kembali bermain untuk menutup kerugian, tetapi justru memperbesar kerugian.

D. Gangguan Emosi

Muncul gejala seperti:

• mudah marah
• stres
• cemas
• frustrasi
• depresi

E. Penurunan Fungsi Sosial

Hubungan keluarga, pekerjaan, atau aktivitas sosial dapat terganggu.

F. Menyembunyikan Aktivitas

Orang dewasa yang kecanduan sering merahasiakan transaksi atau aktivitasnya.

3. Faktor Risiko Ketergantungan Judi Online

Ada beberapa faktor yang membuat ketergantungan judi online lebih mungkin terjadi pada sebagian individu:

A. Faktor Psikologis

• stres
• rasa bosan
• depresi
• kebutuhan pelarian
• tekanan finansial

B. Faktor Biologis dan Neurologis

Studi neurosains menunjukkan bahwa judi memicu pelepasan dopamin, hormon yang terkait dengan reward dan rasa senang.

C. Faktor Sosial

• pengaruh teman
• normalisasi melalui media sosial
• paparan iklan terselubung
• komunitas online

D. Faktor Ekonomi

Orang yang mengalami tekanan finansial lebih mudah terjebak narasi “uang cepat”.

E. Faktor Teknologi

• akses 24 jam
• transaksi cepat
• tidak perlu tempat fisik

Teknologi memperpendek jarak antara keinginan dan tindakan.

4. Mengapa Judi Online Berpotensi Lebih Adiktif daripada Judi Offline?

Beberapa alasan ilmiah mendukung hal ini:

A. Sistem Reward Variabel

Judi online menggunakan variable ratio schedule, yaitu sistem reward yang tidak konsisten. Sistem ini juga digunakan dalam:

• mesin slot kasino
• game gacha
• aplikasi media sosial

Model ini terbukti secara ilmiah paling memicu adiksi.

B. Anonimitas

Tidak ada pengawasan sosial langsung.

C. Perputaran Uang Cepat

Transaksi terjadi dalam hitungan detik.

D. Minimnya Hambatan Akses

Tidak perlu hadir di tempat fisik.

E. Integrasi dengan Smartphone

Smartphone membuat aktivitas ini terasa seperti “sekedar hiburan”.

5. Dampak Ketergantungan Judi Online

Dampaknya dapat bersifat multi-dimensi:

A. Dampak Finansial

• kerugian uang
• hutang konsumtif
• kebangkrutan
• gangguan ekonomi keluarga

B. Dampak Psikologis

• kecemasan
• depresi
• gangguan kontrol impuls
• gangguan tidur

C. Dampak Sosial

• pertengkaran keluarga
• isolasi sosial
• rusaknya kepercayaan antar pasangan

D. Dampak Hukum

Di Indonesia, judi online ilegal, sehingga pelaku dapat terjerat sanksi pidana.

6. Remaja dan Risiko Paparan: Mengapa Perlu Diwaspadai?

Meskipun judi online hanya untuk dewasa, remaja lebih rentan mengalami ketertarikan karena:

• kontrol impuls belum matang
• rasa ingin tahu tinggi
• konsumsi media sosial tinggi
• literasi finansial belum kuat
• rentan terhadap narasi uang cepat
• mudah terpapar konten viral

Itu sebabnya topik ini penting untuk diperkenalkan melalui edukasi.

7. Strategi Pencegahan Ketergantungan Judi Online

Pencegahan dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan:

A. Edukasi Literasi Digital

Membantu remaja dan masyarakat memahami:

• bagaimana konten berisiko disebar
• bagaimana algoritma bekerja
• bagaimana iklan terselubung ditargetkan

B. Edukasi Literasi Finansial

Paham mengenai:

• budgeting
• tabungan
• investasi sehat
• risiko uang cepat

C. Peningkatan Awareness Psikologis

Mengenali tanda-tanda awal stres atau impulsivitas.

D. Pengawasan Orang Tua dan Sekolah

Bukan dengan larangan total, tetapi dengan dialog dan penjelasan.

E. Penguatan Regulasi Platform

Negara dan platform digital memiliki peran untuk:

• memblokir situs
• menghapus konten promosi
• membatasi pembayaran fintech
• memperketat filter usia

F. Dukungan Kesehatan Mental

Bagi orang dewasa yang sudah terlanjur kecanduan, konsultasi psikolog penting.

By admin

link nagabola terbaru link pasarliga terbaru link nagabola terbaru link ligapedia terbaru link pasarliga terbaru